RSNU Tuban - Logo Harlah ke-13

RSNU TUBAN - "karena kami peduli..."

"karena kami peduli..."

RSNU TUBAN | Alamat : Jl. Letda Sucipto 211 Tuban - Jawa Timur | Kode Pos : 62319 | Telp. Informasi/CS : (0356) 328299 | IGD/Ambulance : (0356) 328244 | Email : info@rsnutuban.com | Website : www.rsnutuban.com 

  • Beranda
  • Pelayanan
  • Instalasi Rawat Jalan
  • Klinik Mata

Klinik Mata

Pemeriksaan dan konsultasi mata adalah serangkaian tes yang dilakukan untuk mengetahui kualitas penglihatan dan lapang pandang. Pemeriksaan ini juga berguna untuk mendiagnosis gangguan pada mata dan menentukan penanganannya dengan tepat. Umumnya, tes mata dianjurkan untuk dilakukan secara rutin, meskipun tidak ada keluhan, dengan tujuan untuk mendeteksi gangguan pada mata sejak dini. Hal ini penting, mengingat gangguan mata yang masih dalam tahap ringan bisa terjadi tanpa menyebabkan gejala yang disadari penderitanya.

Indikasi Pemeriksaan dan Konsultasi Mata

Seberapa sering pemeriksaan dan konsultasi mata dilakukan umumnya tergantung pada usia pasien. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Bayi

Saat lahir, mata bayi sebaiknya diperiksakan untuk memastikan tidak ada infeksi, cacat lahir, katarak, glaukoma, dan tumor mata. Pemeriksaan mata selanjutnya disarankan ketika bayi berusia 6–12 bulan. Tujuannya antara lain untuk memeriksa perkembangan ketajaman penglihatan mata, gerakan otot, dan koordinasi kedua mata.

Balita

Pemeriksaan mata pada balita dapat dilakukan ketika usianya 3–5 tahun. Hal ini bertujuan agar gangguan mata yang rentan terjadi pada balita, seperti mata malas (amblyopia), mata juling, dan rabun jauh, dapat terdeteksi sejak dini.

Anak-anak dan remaja

Pada rentang usia ini, rabun jauh merupakan masalah pada mata yang paling sering terjadi, tetapi jarang disadari. Oleh karena itu, agar rabun jauh bisa dideteksi dan ditangani lebih dini, anak-anak dan remaja disarankan untuk memeriksakan kondisi mata sebanyak 1–2 kali setahun.

Dewasa

Pemeriksaan dan konsultasi mata pada orang dewasa dengan kondisi mata yang sehat dianjurkan sebagai berikut:

  1. Usia 20–39 tahun: tiap 5–10 tahun sekali
  2. Usia 40–54 tahun: tiap 2–4 tahun sekali
  3. Usia 55–64 tahun: tiap 1–3 tahun sekali
  4. Usia 65 tahun ke atas: tiap 1–2 tahun sekali

Sementara itu, orang dengan kondisi berikut ini memerlukan pemeriksaan dan konsultasi mata yang lebih sering:

  1. Menggunakan kacamata atau lensa kontak
  2. Menderita diabetes
  3. Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  4. Memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga
  5. Rutin mengonsumsi obat-obatan yang memengaruhi kesehatan mata, misalnya kortikosteroid, tamsulosin, pil KB, obat kolesterol, antihistamin, diuretik, dan antidepresan

Selain sebagai pemeriksaan kesehatan rutin, pemeriksaan dan konsultasi mata juga dianjurkan bagi orang yang mengalami gejala berikut:

  1. Mata merah dan nyeri
  2. Pandangan kabur
  3. Penglihatan ganda
  4. Sensitif terhadap cahaya
  5. Terdapat objek kecil yang melayang pada penglihatan (floaters)

Sebelum Pemeriksaan dan Konsultasi Mata

Pemeriksaan dan konsultasi mata akan dilakukan oleh dokter mata. Tidak ada persiapan khusus untuk melakukan pemeriksaan ini. Akan tetapi, pasien dianjurkan untuk mempersiapkan pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter agar bisa mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya. Selain itu, pasien yang sebelumnya sudah menggunakan kacamata atau lensa kontak disarankan untuk membawanya bersama dengan resep kacamata sebelumnya bila ada.

Prosedur Pemeriksaan dan Konsultasi Mata

Pemeriksaan dan konsultasi mata biasanya berlangsung 45–90 menit. Lama pemeriksaan mata tergantung dari metode pemeriksaan yang dilakukan dan kondisi mata pasien secara keseluruhan. Pemeriksaan mata diawali dengan sesi konsultasi. Pasien dianjurkan untuk menginformasikan keluhan yang dirasakan, baik yang berhubungan atau tidak dengan mata. Dokter mata juga akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan keluarga, termasuk riwayat penyakit mata, serta obat-obatan yang sedang digunakan. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan mata secara langsung dengan mengamati kemungkinan adanya gangguan pada kelopak mata, bulu mata, dan bola mata bagian depan.

Setelah itu, pemeriksaan bisa dilanjutkan dengan beberapa rangkaian tes, seperti:

  1. Tes ketajaman penglihatan
  2. Uji refraksi
  3. Tes lapang pandang
  4. Tes slit lamp
  5. Tonometri
  6. Ultrasonografi (USG) mata
  7. Analisis kornea dan retina
  8. Fluorescein angiogram

Layanan yang diberikan :

  • Pemeriksaan awal dan lanjutan penyakit yang berhubungan dengan mata.
  • Operasi katarak
  • Pemeriksaan fisus, buta warna
  • Kontrol post MRS
  • Konsultasi penyakit mata. Mkisalnya : kelemahan otot mata, pandangan kabur, dll.

 Pelayanan Unggulan :

  • Operasi katarak tanpa jahitan

Cetak E-mail

Fanpages RSNU Tuban | @pagersnutuban

Jadwal Klinik dan Dokter

  • RSNU Tuban - Senin
  • RSNU Tuban - Selasa
  • RSNU Tuban - Rabu
  • RSNU Tuban - Kamis
  • RSNU Tuban - Jumat
  • RSNU Tuban - Sabtu
  • RSNU Tuban - Jadwal Cuti Dokter Spesialis

Halo Dokter

  • RSNU Tuban - Halo Dokter Senin
  • RSNU Tuban - Halo Dokter Selasa
  • RSNU Tuban - Halo Dokter Rabu
  • RSNU Tuban - Halo Dokter Kamis
  • RSNU Tuban - Halo Dokter Jumat
  • RSNU Tuban - Halo Dokter Sabtu
  • RSNU Tuban - Halo Dokter Minggu

RSNU Tuban on Youtube | @rsnu_tuban

RSNU Tuban on Youtube | #TanyaNakes

RSNU Tuban on Youtube | #Edukasi